Minggu, 22 Januari 2012

Contoh Pidato tentang IBU

Assalammua’laikum Wr.wb.
Alhamdulillahirobbil a’lamiin , washalatu wassalamu ala ashrofil ambiyai warmusalin saidina muhammadin wa a’la alihi washabihi ajma’in.

    Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah  S.W.T.  yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal’afiat. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat, dan para pengikut yang setia megikuti jejak langkahnya.

Dewan juri dan rekan-rekan yang berhagia, izin kan lah saya menyampaikan pidato saya yang berjudul Ridho Allah tergantung Ridho Orang Tua.

    Hadirin Rohimakumullah..
    Sejak kecil kita dipelihara penuh dengan kasih sayang. Ibu telah melahirkan kita dengan susah payah. Bapak mencari nafkah untuk bekal kita , penuh semangat tidak mengennal waktu. Tak terbayangkan jika kita tidak dibimbing oleh mereka.
   
    Hadirin yang berbahagia .
    Saya akan mengajak kita semua untuk mengingat sebuah kisah yang berhubungan dengan perjalanan seorang anak manusia yang durhaka kepada ibunya. Kisah ini dikenal dengan kisah AlQomah.
    Alqomah adalah salah seorang sahabat nabi Muhammad SAW , yang taat, wara’ kuat beribadah dan rajin pula berderma. Ibunya masih hidup , rupanya beliau ini setelah berumah tangga, kurang memperhatikan kepada ibunya. Karena itu, terpaksalah sang ibu mondok sendirian. Maka akibat dari pada itu, sang ibunda beliau agak kecewa dan berhati kecil terhadap anaknya Alqomah yang kurang memperhatikan dirinya itu.
    Akhirnya pada suatu hari Alqomah sakit keras. Sehingga sanak saudara dan kaum Familinya telah memenuhi rumahnya. Hanya ibunya yang belum hadir. Sementara Alqomah dalam keadaan sakaratul maut, maka diantara yang hadir menalqinkan kalimat tauhid : LA ILAAHA ILLALLAH. Namun beliau tidak dapat mengikutinya, walau sudah dicoba berkali-kali, beliau tetap tidak menirukannya, mulutnya tertutup dan ia membungkam seribu bahasa , hanya kelihatan  susah dan gelisah dengan matanya yang membelalak kemabukan seakan minta tolong. Semua sahabat keheran-heranan, sebab mereka tau benar bahwa Alqomah  ini seorang sahabat nabi yang taat dan wara’ dan menurut mereka ia adalah teladan yang baik dicontoh selama hayatnya.
    Akhirnya dijemputlah Rasulullah SAW , dan beliau pun hadir dihadapan sahabat setianya itu. Dengan hati yang cemas penuh kasih sayang , baginda menalqnkan kalimat tauhid . tapi sayang seribu sayang alqomah malah menggelengkan kepalanya.
    Nabi pun tertegun dan menanyakan pada hadirin “apakah Alqomah ini masih mempunyai Ibu kandung ?” Hadirin pun mnjawab “masih ada, beliau berada didusun itu, mondok sendirian ya Rasulullah..”
    Maka Rasulullah minta hadirkan Ibundanya itu. Setelah tiba, Nabi pun berbincan-bincang dengan sang ibu mengenai Alqolam.
    Dalam dialog itu trnyata sang Ibu kecewa pada sebagian tindakan anaknya pada dirinya. Ia belum mau memaafkannya, meski pun Nabi sendiri yang meminta.

    Maka nabi memerintahkan kepada para sahabatnya untuk mengumpulkan kayu api unggun lengkap dengan mintaknya, tatkala itu sebagian bertanya “untuk apa ya rasulullah??” Rasulullah pun menjawab dengan tegas : “ Untuk membakar Alqomah ini, sebab lebih baik kita bakar dia sekarang saja bulat-bulat dari pada kelak ia dibakar juga dalam api neraka jahanam”
    Mendengarkan putusan nabi itu, Ibu kandung Almaqoh tidak tega,bila putranya itu sampai dipanggang didepan matanya sendiri. Dari pada itu dia segera berkata “Wahai junjungan alam, janganlah dibakar anakku ini , biarlah ku maafkan segala kesalahannya itu dan kurelakan segala pengorbananku untuknya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku mengakui bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah. Dan untuk hadirin aku bersaksi bahwa benar-benar anakku ini Alqomah, telah kumaafkan semua kesalahannya, telah kurelakan.”

    Hadirin Rohimakumullah.
    Dari kisah diatas kita dapat ambil hikmah antara lain :
1.    Bahwa orang tidak cukup hanya taat dan mengabdi pada Allah, jika tidak diikuti oleh taat kepada orang tua.
2.    Bahwa seburuk-buruknya orang tua itu tidak akan tega melihat anaknya celaka.
3.    Nabi Muhammad SAW seorang Rasul yang mulia sekalipun tidak mampu menolong anak durhaka kepada orang tua, sebelum orang tua tersebut mengampuninya.
Allah tida memberi toleransi sedikit pn pada seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya , terutama kepada ibu. Karna ibu dalam mencurahkan kasih sayangnya sungguh kepayahan , susah dan rela mengorbankan segala-galanya demi membela anaknya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al luqman ayat 14 :



Artinya :: dan kami telah memerintahkan kepada manusia berbakti kepada ayahbndanya , ibu yang tlah mengandungnya didalam kelemahan yang menambah kelemahannya, kemudian menyapihnya dalam masa 2 tahun . karena itu bersyukurlah engkau kepada  KU dan kepada Ayah bunda mu kepada –KU lah kamu akan kembali.
    Sepantasnya kita berterimakasih kepada mereka , dengan menikuti segala perintahnya. Kita tak pantas membangkang apalagi melawn kepada orang tua . alangkah dosanya kita jika berbuat demikian. Allah pun akan murka kpdanya. Karna ternyata ridho Allah tergantung pada ridho Orang tua.
Rosulullah bersabda : RIDHOLLOOHU FIRIDHOL WALIDAIN
Yang Artinya : ridho Allah ada pada Ridho orang tua.

    Hadirin yang saya hormati.
Marilah kita berbakti kepada orang tua kita dengan sungguh-sungguh. Mumpung orang tua kita maasih hidup . alangkah senangnya mereka jika kita mentaatinya,
Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua ku, kasihilah dia seperti dia mengasihiku diwaktu aku kecil.

    Rekan-rekan semua yang berbahagia..
Mungkin itu ssaja yang dapat saya sampaikan , kurang lebihnya tolong dimaafkan , karna kesempurnaan hanya milik Allah dan kesalahan aada pada saya yan manusia biasa.
Wassalammua’laikum wr.wrb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar